Islam di Papua menjadi agama terbesar ketiga di Indonesia Timur. Penduduk muslim di Papua berjumlah 642,64 ribu jiwa atau 14,75% dari total penduduk 4,36 juta jiwa pada Juni 2022. Kemudian, penduduk yang memeluk agama Islam di Papua Barat ada 442,53 ribu jiwa atau 38,12% dari jumlah penduduk 1,16 juta jiwa. Meningkatnya jumlah muslim di Indonesia Timur tentu juga berpengaruh akan kebutuhan umat terhadap pedomannya yakni kitab suci Al-Qur’an.
Mengingat pentingnya Al-Qur’an bagi umat Islam, maka sudah sewajarnya jika kita sebagai seorang muslim untuk memiliki, membaca, dan memahaminya. Namun tentu tidak semua saudara-saudara muslim kita bisa memiliki Al-Qur’an yang layak untuk dibaca sehari-hari,seperti yang dialami oleh saudara muslim kita di daerah minoritas di pedalaman dan kepulauan Papua.

(Al-Qur’an untuk Muslim Papua)
Dari segi tingkat kemampuan ekonomi, persentase penduduk miskin di Papua Barat pada Maret 2022 sebesar 21,33 persen atau 218,78 ribu orang. Sedangkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) juga, jumlah penduduk miskin di Papua pada Maret 2022 mencapai 922,12 ribu orang. Angka ini setara dengan 26,56% dari total penduduk di provinsi tersebut. Dengan demikian berarti ada lebih dari 1 juta jiwa yang masuk dalam kategori miskin. Dalam jumlah tersebut ada saudara muslim kita di sana yang dari segi ekonomi sangat sulit untuk bisa menyisihkan sebagian uang nya untuk membeli Al-Qur’an.
Dari segi buta huruf/aksara juga untuk wilayah Papua Barat ada 2.77% yang belum bisa baca tulis. Dan untuk di Papua sendiri ada 22.01% yang belum bisa baca tulis. Ini belum termasuk yang tidak bisa baca tulis Al-Qur’an karena pastinya akan lebih banyak dari yang hanya tidak bisa baca tulis.
Berdasarkan data Kemenag, ada beberapa lembaga Pendidikan Islam di Papua. Seperti Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah, dan Lembaga Pendidikan Quran. Jumlah Lembaga Pendidikan bertambah seiring dengan gencarnya para dai untuk berdakwah disana. Termasuk BWA yang Alhamdulillah telah masuk ke papua untuk distribusi Al Quran sejak 2010an.
Ekspedisi Al-Qur’an Papua
Di tahun 2023 BWA menginisiasi project Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) dengan tema “Ekspedisi Al-Qur’an Papua” dengan target penghimpunan sebanyak 200.000 eksemplar Al-Qur’an yang rencananya akan berlangsung selama tiga tahun dengan estimasi lima kegiatan ekspedisi di seluruh Papua (Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan).
Ekspedisi pertama sebanyak 20.000 Eksemplar Al-Qur’an rencananya dilaksanakan pada akhir tahun 2023 dimulai dari Papua Barat yakni Sorong & kepulauan Raja Ampat yang meliputi daerah P.Misool, P.Waisai dan P.Salawati.
Tahapan BWA masuk ke Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya
Pada pelaksanaan distribusi Al-Qur’an 30 januari 2021 lalu, tim BWA telah merealisasikan sebanyak 40.000 eksemplar Al-Qur’an wakaf di Papua Barat. Tentunya dalam waktu 3 tahun berlalu banyak Al-Qur’an wakaf BWA yang kondisinya sudah rusak. Hal ini diperkuat dengan banyaknya permintaan dari TPQ, TPA melalui partner lapang BWA diwilayah Sorong, Manokwari, Fak-Fak, Kepulauan Raja Ampat & Merauke.

(Tim BWA bersama partner lapang di Wilayah Papua)
Saat tim BWA mendistribusikan Al-Qur’an di Sorong 2019 lalu tim berjumpa dengan Da’i pedalaman, namanya Ustadz Abdullah Wairoi. Beliau merupakan putra daerah asli dari Desa Usaha Jaya, Pulau Misool Kepulauan Raja Ampat. Selama distribusi Al-Qur’an bersama Ustadz Abdullah Wairoi beliau banyak menceritakan sulitnya dakwah di kepulauan Raja Ampat. Kami banyak dapat pengalaman cerita dari Ustadz Abdullah Wairoi mulai dari sejarah awal masuknya islam di Raja Ampat, Cerita tentang tokoh agama, kehidupan masyarakat dan segala hal tentang Raja Ampat dari keindahannya hingga potensi wisata bahari lautnya yang mendunia.
Sebelumnya, bagi masyarakat yang tinggal di kepulauan Raja Ampat seperti desa Fafanlap, desa Usaha Jaya, Batanta, Lilinta, Waisai, dan pulau Salawati untuk memiliki Al-Qur’an itu sangat sulit. Kebayang harga ongkos saja dari antar pulau setidaknya habis ratusan ribu hingga jutaan rupiah, belum lagi jika di toko tersebut ternyata tidak menjual Al-Qur’an!
“Oleh karenanya, Al-Qur’an bagi masyarakat kami letakkan terpusat di masjid, agar masyarakat yang tidak memiliki Al-Qur’an bisa membaca atau mempelajarinya di masjid. Namun faktanya Al-Qur’an yang ada di masjid-masjid kami kondisinya sudah tidak layak pakai banyak yang rusak,“ ujar Ustadz Abdullah Wairoi.
Ekspedisi kedua sebanyak 20.000 Eksemplar Al-Qur’an rencananya dilaksanakan pada pertengahan tahun 2024 sekitar bulan Mei – Juni dimulai dari Papua Barat yakni Sorong, Sorong Selatan, Thembraw.
Tahapan BWA mendistribusikan Al-Qur’an di Sorong, Sorong Selatan & Thembraw
Perjalanan distribusi Al-Qur’an di Sorong dari tahun 2019 hingga 2021 lalu banyak meninggalkan cerita yang sangat berkesan. Tentunya ini semua tak akan terwujud tanpa adanya bantuan banyak pihak dan relawan yang tergabung dalam kegiatan distribusi ini. Di Sorong tim BWA berjumpa dengan Ustadz Yasin Achmad beliau kami amanahi sebagai Koordinator distribusi Al-Qur’an wilayah Papua Barat. Pekerjaannya sebagai pegawai KUA di Sorong Selatan tidak menyurutkan tugasnya sebagai ustadz, mengemban dakwah dipedalaman Sorong Selatan.
Dari Ustadz Yasin Achmad melalui Mualaf Center Sorong ketika pelaksanaan distribusi Al-Qur’an di Papua Barat kami tim BWA diberikan hadiah untuk mensyahadatkan 3 orang remaja putri asal Sorong. Ketiga orang remaja putri ini merupakan binaan dari mualaf center Sorong. Selain kegiatan distribusi Al-Qur’an, tim BWA juga membuat pelatihan untuk membrantas buta huruf Al-Qur’an dengan metode Abyan yang pelatihannya diberikan langsung oleh penemunya yakni Kyai Umar.

(Proses Syahadat di Tengah Kegiatan Distribusi Al-Qur’an)
Ternyata metode Abyan ini sangat tepat sekali di terapkan TOT (Training of Trainer) kepada guru ngaji dan ke masyarakat langsung. Dampak yang dirasakan langsung kepada masyarakat dengan metode Abyyan ini ternyata hanya memerlukan waktu kurang dari 2 jam masyarakat langsung memahami huruf dan pengejaan Al-Qur’an. Namun demikian metode Abyan ini tetap harus ada pendampingan dari guru-guru tahfidz agar pembinaan tetap terus berlangsung.
Ustadz Yasin Achmad sebagai koordinator partner lapang BWA mengungkapkan, “keberadaan BWA sangat dibutuhkan bagi umat muslim di Papua. Apalagi dengan sebaran jangkauan wilayah yang sangat luas tentu menjadi PR yang sangat besar. Saya berharap agar BWA dapat menginisiasi kembali program wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan untuk menjangkau kembali daerah-daerah pedalaman dan kepulauan,”.
Ekspedisi ketiga sebanyak 40.000 Eksemplar Al-Qur’an rencananya akan dilaksanakan menjelang akhir tahun 2024 Sekitar bulan November – Desember dimulai dari Papua Barat yakni Sorong, Manokwari dan Fakfak.
Tahapan BWA mendistribusikan Al-Qur’an di Sorong, Manokwari dan Bintuni
Di Manokwari 2019 tim BWA bertemu dengan Ustadz Sugiri, beliau merupakan da’i pedalaman yang selama ini membantu pendistribusian Al-Qur’an di wilayah pegunungan Arfak. Perjalanan ke Teluk Bintuni mendistribusikan Al-Qur’an untuk muslim yang tinggal di pedalaman juga menjadi salah satu tugas yang sangat berat. Akses perjalanan darat dari kota Manokwari menuju Teluk Bintuni kurang lebih memakan waktu 8 jam jika musim hujan maka akses jalan trans sulit untuk ditempuh apalagi dengan muatan Al-Qur’an yang cukup berat. Salah satu akses yang termudah menggunakan jalur laut, berangkat dari Fak-Fak kurang lebih perjalanan 4 jam dengan kapal nelayan.

(Muslim Papua Membutuhkan Al-Qur’an)
Ekspedisi keempat akan menjelajah ke wilayah Fak-Fak – Merauke dan Ekspedisi kelima rencananya sebanyak 100.000 eksemplar Al-Qur’an akan didistribusikan serentak di Provinsi Papua dengan berbagai rangkaian kegiatan pelatihan dan pembinaan untuk mempercepat mengentaskan buta aksara Al-Qur’an dan juga menguatkan akidah saudara muslim kita yang tinggal di wilayah pedalaman.
Rencana Ekspedisi Al-Qur’an Papua
- Ekspedisi #1 20.000 – 2023 Oktober – November
- Ekspedisi #2 20.000 – 2024 Mei – Juni
- Ekspedisi #3 40.000 – 2024 November – Desember
- Ekspedisi #4 40.000 – 2025 Agustus – September
- Ekspedisi #5 100.000 – 2026 April – Mei
Kami mengajak para wakif untuk mendukung kegiatan ini dengan mewakafkan sebagian dari rizki yang Allah karuniakan. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan dan pahala Jariyah bagi pihak yang terlibat.
Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:
Rp.30.000.000.000 (Tiga puluh Milyar Rupiah / 200.000 Al-Qur’an & 50.000 Iqra’)
Partner Lapang:
Ustadz Yasin Achmad
